Nikmati saya setiap hal yang ada dengan hati tanpa perbandingan, maka akan terasa begitu indahnya untuk dinikmati.
* + * +
Suatu sore saat pulang dari bekerja, saya menghentikan sejenak perjalanan untuk melihat anak-anak sedang bermain sepakbola. Umur mereka antara 5 sampai 10 tahun. Semua bercampur.
Sepertinya seru sekali, sehingga harus memaksa saya berlama-lama untuk menyaksikan permainan mereka.
Tentu saja permainan sepakbola yang anak-anak ini mainkan alakadarnya. Berlari kesana-kemari. Ramai-ramai mengerubuti bola. Karena pasti mereka belum mengerti teori-teori tentang bermain sepakbola yang baik. Daripada benarnya, lebih banyak salahnya dalam menendang dan mengoper bola.
Tetapi menyaksikan semua itu, saya seakan larut dalam permainan mereka yang diiringi suara-suara teriakan dan tawa ceria dengan polosnya.
Saat ada yang mencetak gol, gaya mereka tak kalah dengan pemain kelas dunia. Meloncat kegirangan dan menirukan gaya pemain favoritnya.
Saya begitu terhanyut dan menikmati permainan para bocah ini. Sampai tak sadar harus ikut berteriak-teriak, seakan untuk memberikan instruksi.
Menjelang magrib bocah-bocah ini segera bergegas pulang ke rumah masing-masing. Tentu saja termasuk saya juga.
Ketika malamnya, setelah beres-beres ini-itu, saya duduk manis didepan televisi untuk menantikan pertandingan akbar antara kesebelasan Manchester United melawan Chelsea yang dipenuhi pemain-pemain kelas dunia.
Saat pertandingan dimulai, saya langsung bisa menyaksikan aksi-aksi brilian para pemain kedua kesebelasan.
Penuh daya juang layaknya seorang pemain. Kompak dan terorganisir.
Tetapi sesekali mereka juga melakukan kesalahan kecil. Seperti salah pengertian dalam mengoper bola. Namun saya anggap sebagai hal yang wajar saja. Karena selain itu permainan yang mereka suguhkan memang ciamik dan berkelas, sehingga membuat saya enggan beranjak.
Sepanjang pertandingan begitu menegangkan. Ada rasa puas walaupun kedua kesebelasan bermain imbang dengan angka kacamata alias 0 - 0.
Mengapa saya begitu menikmati setiap permainan yang ada?
Karena saya sedang tidak ingin membanding-bandingkan permainan para bocah dengan pemain kelas dunia.
Saya memahami, bahwa permainan masing-masing punya kelasnya tersendiri.
Permainan para bocah walaupun tidak berkelas, namun begitu menghibur karena begitu polosnya permainan yang mereka suguhkan.
Sedangkan permainan para pemain kelas dunia begitu berkelas dan tentu saja menghibur.
Memang indah bila memiliki hati seadanya untuk menikmati setiap pertandingan!
sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/12/hati-seadanya-untuk-menikmati-keindahan/
0 comments:
Post a Comment