Ramai ramai pemberitaan di media tentang ditarik dan dilarangnya peredaran mie instan merek Indomie di negara Taiwan. Membuat saya merasa penasaran untuk mengecek tentang komposisi yg tercantum didalam kemasan mie instan indomie yg beredar di saudi arabia..Ternyata produk indomie yg di produksi oleh Pinehill Arabia Food Ltd. Kingdom of saudi Arabia yang merupakan under license PT. Indofood Sukses makmur Tbk, Indonesia, tidak tercantum adanya bahan pengawet asam benzoat E- 210 ataupun Methylparaben E- 218. Yang konon katanya dua kandungan bahan tersebut yg menjadikan alasan pemerintah Taiwan melarang peredaran mie instan Indomie di negaranya. Saya periksa semua rasa mie instan kuah indomie, mie goreng maupun indomie gelas..Dan tidak saya temukan kedua bahan pengawet tersebut ada dalam komposisi yg tercantum pada kemasan produk indomie yg beredar di saudi arabia. Hanya ada tercantum flavour Enchancer E - 261. Kalau melihat kodenya yg berbeda, barangkali mungkin kandungannya tidak sama..ya..?! walaupun sama2 penyedap rasa mungkin yg beredar di saudi arabia dosisnya lebih rendah…jadi lebih aman untuk dikonsumsi…hehehe
Seperti diketahui, produk Indomie sangat terkenal di saudi arabia. Hampir sebagian banyak orang saudi kenal baik dengan namanya mie instan Indomie. Iklan2 mie instan indomie sudah menghiasi di layar TV MBC. Mie instan indomie Tidak hanya dijual di toko2/ di warung2 indonesia saja, bahkan bisa kita temukan juga pada hampir semua super market2 besar dan toko2 kecil di seluruh pelosok negara saudi arabia. Kemanapun kita pergi di wilayah saudi arabia, pasti akan mudah kita temukan mie instan indomie. Tidak hanya disukai oleh penduduk asli orang saudi, warga negara lain yg tinggal di saudi arabia pun sudah kenal akrab dengan indomie. Orang2 india atau filipina mereka lebih menyukai mie instan indomie daripada mie instan produk negara mereka. Itu yg saya dengar dari percakapan mereka tentang mie instan indomie. Pokoke mie instan indomie is the best…lah…hehehe. Di lemari dapur rumah sayapun selalu tersedia persediaan mie instan semua rasa termasuk mie goreng dan mie gelas. Dulu harga 1 bungkus indomie di super market adalah 95 halalas. Mie gelas 1,5 real. Tapi sekarang harganya sudah naik menjadi 1 real untuk mie bungkus dan 1,75 real untuk mie gelas. Kalau kita membeli per kardus ( isi 40 bungkus ) di warung indonesia, kita bisa mencampur semua rasa asal kan jumlahnya tetap 40 bungkus. Dulu harganya 32 real per 40 bungkus, sekarang sudah naik menjadi 36 real per 40 bungkus ( kurs sekarang ini, 1 real = 2325 ).
Sebagai seorang WNI, saya merasa bangga juga dengan terkenalnya mie instan indomie di saudi arabia. Indomie itu sudah menjadi ikon mie instan asli buatan indonsia. Walaupun seringkali saya dibuat jengkel juga oleh candaan teman2 sekantor saya yg suka usil memanggil saya dengan sebutan ” miss indomie..” hehehe. Mungkin karena saya hanya satu satunya WNI yang bekerja di kantor dimana saya nguli sekarang ini. Sebagai seorang WNI dan penggemar mie instan indomie, saya hanya bisa berharap semoga kejadian yg sekarang sedang terjadi di Taiwan tidak memberikan dampak buruk terhadap peredaran indomie di saudi arabia. Karena saya yakin bin percaya, indomie yg beredar di saudi arabia layak dan aman untuk dikonsumsi karena pembuatannya sudah ada dalam pengawasan pemerintah saudi arabia. Tapi sejujurnya saya katakan, rasa mie instan indomie yg beredar di saudi arabia tidak se enak dan tidak se lezat dengan mie instan indomie yg beredar di Indonesia.
sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/group/makanan/2010/10/12/mie-instan-indomie-yang-beredar-di-saudi-arabia/
sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/group/makanan/2010/10/12/mie-instan-indomie-yang-beredar-di-saudi-arabia/
0 comments:
Post a Comment